Kpz0JXNL4KwnNLROcdoTIG3N8IlpsfRVGQnxBFp8
Bookmark

Program Doktoral Universitas Terbuka Berdasarkan Keputusan Menristekdikti Terbaru


Melanjutkan pendidikan bergelar doktor membutuhkan biaya pendidikan yang tidak sedikit. Sehingga banyak calon mahasiswa baru yang lebih memilih program doktoral universitas terbuka yang memiliki biaya kuliah cukup murah. Program ini telah diselenggarakan di Universitas Terbuka sejak adanya keputusan Menristekdikti pada 3 September 2019 lalu.

Program doktor yang dapat diselenggarakan secara Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) ini tidak begitu membutuhkan biaya yang mahal atau tergolong murah. Layanan program pembelajaran S3 dilakukan secara paket dengan biaya yang sudah ditentukan. Program layanan lain selain paket dikenakan biaya khusus di luar biaya paket. Berikut ulasan program doktoral di universitas terbuka:

Jurusan Program Doktor Universitas Terbuka

Berdasarkan keputusan Menristekdikti pada 3 September 2019, Universitas Terbuka mendapatkan penugasan untuk membuka program doktor. Ada dua jurusan yang dibuka pada program doktoral universitas terbuka yaitu S3 Administrasi Publik dan S3 Ilmu Manajemen.

S3 Administrasi Publik memiliki dua pilihan bidang yaitu bidang Administrasi Publik dan Kebijakan Publik. Pemilihan bidang minat dilakukan pada awal semester satu dan paling lambat pemilihan awal semester 2. Setelah memilih bidang minat mahasiswa tidak diperkenankan pindah bidang minat selama masa study.

Pendidikan S3 ilmu manajemen di universitas terbuka memiliki tiga bidang minat yaitu bidang Manajemen Pemasaran, Manajemen Sumber Daya Alam, dan Manajemen Keuangan. Sama seperti program Administrasi Publik, pemilihan bidang minat juga dilakukan pada awal semester pertama dan selambat-lambatnya awal semester 2.

Skema Layanan Program Doktor Universitas Terbuka

Program layanan S3 dilakukan secara paket dengan modus paduan/ kombinasi. Setiap mahasiswa berhak untuk mengikuti layanan paket ini dan sudah dikenakan biaya paket setiap semester. Adapun skema layanan dibedakan menjadi dua pilihan berdasarkan jumlah mahasiswa dalam satu kelas.

Skema layanan sinkronus atau tatap muka diadakan dalam satu angkatan jika dalam satu kelas terdapat 10-15 mahasiswa. Layanan ini diadakan di dua tempat berbeda. Untuk program doktor Ilmu Manajemen diadakan di UPBJJ-UT Serang dan Jember. Program doktor Administrasi Publik diselenggarakan di UPBJJ-UT Serang dan Surabaya.

Skema layanan asinkronus dilakukan secara online dengan jumlah mahasiswa kurang dari 10 orang. Adapun syarat diselenggarakan skema layanan asinkronus karena mahasiswa yang berdomisili tersebar dan tidak memungkinkan untuk tatap muka. Skema layanan ini di koordinasi oleh PPs di Universitas Terbuka pusat.

Biaya Pendidikan Program Doktor Universitas Terbuka

Biaya pendaftaran awal program doktoral universitas terbuka sebesar Rp1.000.000,00. Setelah melakukan pendaftaran awal peserta diarahkan untuk melakukan rangkaian tes yang berlaku. Jika dinyatakan diterima, mahasiswa baru melakukan pendaftaran program matrikulasi sebesar Rp6.000.000,00./peserta.

Setelah melakukan program matrikulasi, pada semester kedua mahasiswa melakukan registrasi mata kuliah. Biaya mata kuliah paket setiap satu semester sebesar Rp12.500.000,00./semester dari semester 2 – 6. Bagi yang mengulang mata kuliah maka harus membayar mata kuliah ulang yaitu senilai Rp1.000.000,00.

Biaya ujian sidang Tugas Akhir Program Doktor (TAPD) sebesar Rp8.000.000,00./mahasiswa. Pembayaran registrasi ujian TAPD selambat-lambatnya dibayar satu bulan sebelum ujian dilakukan. Jadi jumlah total program doktoral universitas terbuka sebesar Rp 28.500.000,00 tanpa biaya khusus di luar paket skema layanan yang sudah disepakati.

Memilih melanjutkan studi bergelar doktor di Universitas Terbuka menjadi pilihan para mahasiswa baru agar tidak kerepotan dan tidak memakan biaya yang mahal. Jurusan dan biaya diterapkan pada program doktoral universitas terbuka telah disesuaikan dengan skema layanan juga kurikulum yang dibuat. Program ini bisa dilakukan secara online jadi akan lebih fleksibel selama masa pandemi ini.