Parafrase dan Contoh Penggunaan pada Kalimat dan Paragraf

 

Parafrase adalah salah satu bentuk aktivitas yang tidak bisa dipisahkan dari kegiatan membuat konten, menulis artikel dan menyusun karya tulis ilmiah. Hal ini ditujukan bagi mereka pembuat artikel untuk blog, buku atau sarana media lainnya. Tujuan dari parafrase yaitu untuk terhindar dari plagiarisme (plagiasi). Dengan demikian apabila dilakukan cek turnitin akan lolos sesuai standar yang sudah ditentukan. Lalu bagaimana cara membuatnya agar sesuai dengan pedoman penulisan? Berikut ulasannya:


Pengertian Parafrase

Berdasarkan etimologis sendiri, parafrase berasal dari bahasa Yunani yakni pharaphrasein yang memiliki arti cara ekspresi tambahan. Sementara menurut kamus Oxford Advanced Learner’s Dictionary, menyebutkan bahwa istilah ini merujuk pada mengekspresikan tulisan milik orang lain.


Konsultasi Jasa Parafrase Cek Turnitin

082,136,081,847


Menurut KBBI, arti kalimat parafrase adalah pengungkapan kembali dari sebuah tuturan pada suatu tingkatan atau macam bahasa menjadi bentuk lain tanpa mengubah makna di dalamnya. Sementara ilmu bahasa atau linguistic sendiri, mengartikan bahwa pengungkapan suatu konsep dengan cara lain. (ikatancendikia.com)


Parafrase dari Khairpedia memiliki beberapa cara antara lain, konten disampaikan menggunakan cara yang berbeda. Substansi atau isi dari bacaan tersebut tetap sama dan tidak mengalami perubahan makna sama sekali. Penggunaan bahasa mengalami sedikit perbedaan dari sebelumnya.


Jenis-Jenis Parafrase

Pengertian parafrase adalah bisa diibaratkan seperti menulis kembali dari gagasan atau ide milik orang lain. Penulisan ini tanpa adanya plagiasi sehingga menggunakan bentuk berbeda daripada sebelumnya. Berikut ini beberapa contoh parafrase:


1. Parafrase Perubahan Tata Bahasa

Jenis parafrase ini akan terjadi apabila mengubah tata bahasa di dalam teks, mulai dari kata benda, kata kerja, kata sifat hingga kata keterangan. Isinya pun masih tetap sama namun penulis hanya ingin menyampaikan dengan cara yang berbeda. (ikatancendikia.com)


Contohnya berikut ini, “Laki-laki ini berlari dengan cepat untuk melewati garis finish hingga akhirnya berhasil meraih kemenangan lagi.”. Sementara bentuk paragraf parafrasenya menjadi “Laki-laki cepat itu sukses untuk meraih kemenangan setelah berusaha secepat mungkin mencapai finish”.


2. Parafrase Perubahan Struktur Kalimat

Jenis parafrase ini terjadi penulis ingin merubah struktur kalimat dari bacaan sebelumnya. Misalnya kalimat pasif diubah menjadi kalimat aktif namun masih memiliki makna yang sama. Tujuannya sendiri untuk mencerminkan interpretasi seseorang yang membuatnya terhadap bacaan aslinya.


Contohnya berikut ini, “Selama kegiatan Puppy Drive berlangsung, beberapa orang yang memiliki niat baik memutuskan untuk mengadopsi anak anjing terlantar.” Sementara bentuk parafrasenya diubah menjadi “Anak-anak anjing terlantar itu berhasil diadopsi oleh orang-orang dalam acara Puppy Drive.”


Cek Tips budidaya agar tidak asal asalan hanya di : Zonabudidaya.com


3. Parafrase Pengurangan Klausa

Kalimat parafrase adalah tidak jauh berbeda daripada sebelumnya. Cara penulis menyampaikan makna dari konten aslinya dengan menghilangkan beberapa klausa untuk kemudian memasukkan satu atau dua kata baru. Maknanya pun tentunya tanpa mengalami perubahan sehingga masih sama.


Contohnya seperti ini, “Saya paham dari mana asal Anda dan menghargai keputusan Anda. Saya mencoba melerai pertengkaran agar tidak terjadi kerusuhan lebih besar”. Parafrasenya bisa menjadi “Saya pun paham asal Anda, begitupun dengan keputusan Anda. Saya hanya mencoba untuk melerai”


4. Parafrase Pergantian Sinonim

Parafrase ini adalah bentuk yang paling sederhana dimana seringkali dipilih oleh kebanyakan penulis. Mereka hanya akan mengganti beberapa kata dengan menggunakan sinonimnya. Tujuannya untuk menghindari adanya perbedaan isi dari konten sebelumnya.


Yuk cek Berapa gaji profesi di seluruh dunia disini: Berapagaji.com


Contohnya berikut ini, “Orang yang lebih tua pantas diberi penghormatan dengan mengadakan parade bagi mereka yang pernah mengabdi di dunia militer”. Sementara bentuk parafrasenya bisa diubah menjadi “Warga senior pantas untuk mendapat penghormatan untuk melakukan pawai bagi veteran.”


Tips Menulis Parafrase

Orisinalitas menjadi hal yang cukup penting bagi semua orang ketika mereka sedang membuat karya. Nyatanya ada beberapa cara bisa dilakukan untuk membuat kutipan seperti ini. Tujuannya agar terbebas dari adanya plagiarisme. Berikut strategi parafrase ini:


1. Memahami Konsep Dasar Penulisan

Hal pertama yang harus Anda lakukan yakni dengan memahami apa sebenarnya konsep dasar dari penulisan tersebut. Pahami juga dari penggunaan struktur kalimat oleh penulis aslinya. Caranya dengan membaca berulang-ulang dan memastikan jika sudah paham akan isi konteksnya. (ikatancendikia.com)


Dengan memahami apa gagasan yang akan disampaikan, Anda bisa menyampaikannya kembali lewat bahasa sendiri. Penulisan melalui cara ini tentu secara tidak langsung akan membuat kosa kata menjadi lebih kaya.


2. Memperkaya Kosa Kata serta Istilah

Cukup sulit untuk dilakukan ketika Anda ingin mengubah suatu bentuk kalimat namun tidak mengetahui apa sinonimnya. Tentu hal ini dirasa menyulitkan pada saat ingin menulis parafrase terutama dengan banyak bacaan. Caranya yakni sering-sering menggunakan kata pengganti dimana memiliki arti serupa.


Anda pun harus sering-sering banyak membaca dari berbagai sumber referensi. Terutama jika memiliki pekerjaan dan tugas di bidang seperti ini. Jangan lupa untuk mencari istilah yang sedang trend dan kerap digunakan di suatu konsep tertentu. Beberapa orang memanfaatkan platform pencari sinonim.


3. Mempelajari Pengetahuan Umum

Umumnya, banyak orang seringkali tersesat dan kesulitan untuk bangkit lagi ketika sedang menyusun parafrase. Parafrase adalah salah satu jenis feedback yang diberikan setelah membaca bacaan tertentu. Bisa diartikan juga menulis kembali dari konten penulis aslinya melalui cara berbeda.


Tujuan dari Anda mempelajari pengetahuan umum ini agar tidak kesulitan pada saat memahami suatu bacaan yang sedang dipahami. Misalnya ketika sedang membahas kondisi ekonomi di Indonesia saat ini. Bagi mereka dengan kegemaran membaca, tentu mampu mengubahnya dengan lebih mudah.


Cek finansial keuangan mu dan dapatkan tips finance terbaru hanya di : WowFinance.net


Cara Parafrase Paragraf

Arti parafrase adalah memasukkan pikiran orang lain ke dalam tulisan sendiri tanpa memakai kutipan langsung. Suatu bacaan yang paling sering digunakan yakni pada bentuk paragraf dimana terdapat cara sendiri untuk mengubahnya. Ketrampilan parafrase diperoleh berdasar seringnya menyusunnya.


Caranya, Anda tidak seharusnya mengambil keseluruhan informasi dari bacaan tersebut. Fokuslah untuk membuat kalimat paling efektif terhadap pemikiran sendiri. Mengingat bahwa yang dimaksud dengan parafrase adalah contoh menuliskan pemahaman kembali dalam bentuk berbeda.


Makna lain dari parafrase sendiri biasa disebut dengan mengutip. Anda bisa memilih kutipan tertentu saja untuk mendukung argumen. Misalnya adanya data statistis memuat pendapat ahli dari masalah yang sedang ditulis pada parafrase tersebut.


Cara Parafrase Puisi

Makna lain dari paragraf parafrase menyebut bahwa parafrase adalah mengubah bentuk puisi menjadi kalimat yang lebih mudah untuk dipahami. Langkah pertama yaitu membaca dan mendengar keseluruhan tulisan dengan seksama. Tujuannya untuk memahami isi dari karangan tersebut.


Parafrase adalah puisi yang dituliskan kembali dengan bahasa sendiri. Penulis harus memahami isi kandungan secara utuh. Anda bisa menjelaskan kata kiasan menggunakan kalimat lain asalkan tidak mengubah maknanya.


Parafrase adalah dan contohnya memang bisa memanfaatkan dari adanya puisi. Penulis bisa membacanya berulang kali agar benar-benar memastikan apa maknanya. Selanjutnya bisa ditulis kembali sesuai dengan pemahaman yang diperoleh.


Parafrase adalah kegiatan menulis kembali bacaan yang sebelumnya sudah dipahami. Penulisan seperti ini sudah sewajarnya harus terdeteksi tanpa adanya unsur plagiarisme. Parafrase adalah prosa atau bentuk karangan lain guna menyampaikan pemahaman seseorang dari suatu bacaan.

(ikatancendikia.com)


Baca Juga

LihatTutupKomentar