3 Metode Pembelajaran Daring yang Efektif Selama Pandemi Covid-19

metode pembelajaran daring yang efektif

Sejak pandemi covid-19 memasuki Indonesia, semua aspek kehidupan seakan mengalami kelumpuhan. Hal ini juga berlaku dalam sektor pendidikan. Pandemi memaksa kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring (online). Menyukseskan aturan baru sistem pendidikan tersebut, ada 3 metode pembelajaran daring yang efektif untuk dilakukan selama masa pandemi. Simak informasi selengkapnya di bawah ini.


Metode Pembelajaran Daring Berbasis Kompetensi


Anjuran pemerintah yang mewajibkan proses belajar mengajar dilaksanakan dari rumah (school from home) berlaku untuk semua jenjang pendidikan. Meskipun proses belajarnya menggunakan teknologi dan dilakukan dengan tatap muka secara virtual, namun output yang diharapkan harus tetap maksimal. Pencapaian standar kompetensi siswa harus tetap terpenuhi dengan sistem pembelajaran daring, diantaranya:


1. Critical Thinking (Berpikir Kritis)


Meskipun dilakukan secara virtual, penyampaian materi ataupun tugas-tugas yang diberikan harus mengandung unsur pola pikir kritis. Siswa yang terlatih dengan pola pikir tersebut umumnya lebih peka dalam menemukan problem solving. Terbiasa berpikir secara kritis membuat siswa lebih mandiri dalam menyelesaikan masalah.


2. Creativity Thinking (Berpikir Kreatif)


Melalui sistem pembelajaran daring, diharapkan guru bisa lebih fokus untuk memberi pendampingan kepada siswa dalam melihat suatu masalah dari berbagai perspektif. Pemilihan metode pembelajaran yang kreatif dan inovatif sangat berpengaruh terhadap tingkat kreativitas siswa. Seseorang yang kreatif akan mampu berpikir secara logis dan bijaksana saat dihadapkan pada sebuah masalah.


3. Collaboration (Bekerja Sama)

Belajar secara daring memberikan keuntungan akses belajar yang tidak terbatas. Dengan kecanggihan teknologi, siswa bisa mendapat sumber informasi dan pembelajaran dari banyak tempat. Semakin global forum yang diikuti, semakin banyak pula orang-orang yang akan ditemui dan diajak bertukar pikiran.


Hal ini bermanfaat untuk melatih mental dan kebiasaan siswa bertemu dan bekerja sama dengan banyak pihak. Nantinya saat terjun langsung ke masyarakat, tidak akan merasa canggung dan lebih cepat bersosialisasi dengan berbagai kalangan.


4. Communication (Komunikasi)


Belajar secara daring tidak akan efektif jika hanya bersumber dari satu pihak (guru). Pembelajaran daring yang atraktif harus selalu bisa melibatkan siswa. Siswa harus lebih aktif dan ekspresif dalam sistem belajar ini.


Ajak siswa untuk saling berkomunikasi, menyampaikan pendapat dan berdiskusi satu sama lain. Hal ini untuk melatih kemampuan siswa berbicara dan menyampaikan pendapat di depan umum. Meskipun hanya dilakukan secara virtual, diharapkan pembelajaran yang atraktif antara guru dan siswa bisa tercapai maksimal.


Metode Pembelajaran Daring Konsep Tour


Tidak semua materi pembelajaran cocok menggunakan metode yang sama. Pemberian materi secara tertulis dan soal latihan sering kali membuat peserta bosan. Maka, dibutuhkan metode pembelajaran daring yang efektif dan inovatif, contohnya pembelajaran berkonsep tour. Metode pembelajaran dengan konsep tour online sangat cocok diterapkan pada pelajaran sejarah, geografi dan seni.


Guru bisa mengajak siswa untuk study tour ke museum atau lokasi bersejarah via online. Kemendikbud telah berkolaborasi dengan Google untuk membuat museum dan situs sejarah virtual melalui platform Google Arts & Culture. Metode semacam ini akan membuat siswa lebih antusias, dan tentunya rekreasi yang dilakukan tidak menguras biaya perjalanan.


Metode Pembelajaran Daring dengan Video


Tidak kalah populer dan paling banyak diminati adalah metode pembelajaran dengan media video. Metode ini dilakukan dengan membuat video tutorial misalnya cara mengerjakan soal matematika beserta rumusnya. Telat banyak diakui dan sangat cocok untuk mata pelajaran yang membutuhkan banyak praktek. Penjelasan secara langsung dalam bentuk video dianggap lebih mudah dipahami.


Metode pembelajaran daring yang efektif bisa menggunakan lebih dari satu cara atau kombinasi. Hal ini untuk menghindari siswa merasa bosan selama belajar dan kurang berkonsentrasi. Semua metode di atas bisa berjalan efektif asal ada kemauan dan konsistensi dari guru dan siswa selama melakukan proses belajar secara online.

Baca Juga

LihatTutupKomentar