Kpz0JXNL4KwnNLROcdoTIG3N8IlpsfRVGQnxBFp8
Bookmark

Kurikulum Merdeka Belajar Smp

Ikatancendikia | Kurikulum Merdeka Belajar Smp | Berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 56/M/2022 mengenai pedoman penerapan kurikulum dalam upaya pemulihan pembelajaran, Kurikulum Merdeka Belajar secara resmi diperkenalkan kepada masyarakat sebagai kurikulum baru yang akan menggantikan Kurikulum 2013. 

Kurikulum Merdeka Belajar merupakan suatu pendekatan kurikulum dengan beragam pembelajaran intrakurikuler, di mana kontennya dirancang untuk mencapai optimalitas agar peserta didik memiliki waktu yang memadai untuk mendalami konsep dan memperkuat kompetensinya. 

Dari definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa Kurikulum Merdeka Belajar tingkat SMP merupakan kurikulum inovatif yang diterapkan di jenjang pendidikan tersebut, dengan beragam pembelajaran intrakurikuler bertujuan agar siswa dapat menyesuaikannya dengan kompetensi dan bakat yang dimiliki. 

Kurikulum Merdeka Belajar Smp 

Kurikulum, Merdeka Belajar, Smp


1. Struktur Kurikulum Merdeka Belajar SMP 

 Struktur Kurikulum Merdeka Belajar SMP menunjukkan perbedaan signifikan dengan kurikulum sebelumnya, di mana kurikulum baru ini mengorganisir setiap jenjang pendidikan ke dalam beberapa fase. Untuk jenjang SMP, Struktur Kurikulum Merdeka Belajar dibagi menjadi fase D untuk kelas VII, VIII, dan IX. 

Dalam setiap fase, kegiatan pembelajaran terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu: 

  • 1. Pembelajaran intrakurikuler, yang merupakan pembelajaran tatap muka dengan jadwal tertentu, didasarkan pada muatan pelajaran terstruktur yang wajib diikuti oleh seluruh siswa di kelas. 
  • 2. Pembelajaran kokurikuler, berupa pembelajaran berbasis proyek untuk mencapai Profil Pelajar Pancasila, dengan alokasi waktu sebanyak 25% dari total jam pelajaran per tahun. Pelaksanaan pembelajaran kokurikuler bersifat fleksibel, baik dalam konten maupun waktu pelaksanaannya. 

Dalam hal konten, pembelajaran kokurikuler harus mencapai Profil Pelajar Pancasila yang sesuai dengan fase perkembangan siswa, tanpa harus terkait dengan capaian pembelajaran pada mata pelajaran tertentu. 

Sementara dalam hal waktu pelaksanaannya, pembelajaran kokurikuler berbasis Proyek Profil Pelajar Pancasila dapat dilakukan dengan menggabungkan alokasi jam pelajaran proyek dari semua mata pelajaran. Setiap proyek dapat memiliki total waktu yang berbeda-beda sesuai kebutuhan. 

2. Mata Pelajaran Kurikulum Merdeka Belajar SMP 

Mata Pelajaran dalam Kurikulum Merdeka Belajar SMP mengalami beberapa perubahan dalam strukturnya. Berikut adalah beberapa perubahan tersebut: 

1. Informatika sebagai Mata Pelajaran Wajib 

Mata pelajaran Informatika menjadi wajib diikuti oleh semua siswa SMP kelas VII, VIII, dan IX. Pengajar Informatika tidak diharuskan berasal dari latar belakang pendidikan yang sama, sehingga guru dapat berasal dari berbagai bidang pendidikan. Pemerintah telah menyediakan buku khusus bagi guru pemula, sehingga pengajar tidak perlu khawatir menghadapi kesulitan dalam mengajarkan materi. 

2. Integrasi Seni dan Prakarya 

Mata pelajaran Seni dan Prakarya diintegrasikan satu sama lain. Sekolah menyediakan minimal satu jenis seni atau prakarya, seperti Seni Musik, Seni Rupa, Seni Teater, Seni Tari, dan/atau Prakarya. 

3. Pilihan Seni atau Prakarya untuk Kelas VIII dan IX 

 Siswa SMP kelas VIII dan IX diwajibkan memilih minimal satu jenis mata pelajaran Seni atau Prakarya. Sementara itu, siswa kelas VII dapat memilih minimal dua jenis mata pelajaran Seni atau Prakarya. 

4. Pengembangan Muatan Lokal 

 Untuk mata pelajaran dengan muatan lokal, sekolah diberi keleluasaan untuk mengembangkannya sesuai dengan karakter dan potensi yang dimiliki siswa. 

5. Pengukuran Hasil Belajar dengan Asesmen Formatif Pengukuran hasil belajar siswa mengacu pada ketercapaian tujuan pembelajaran melalui asesmen formatif, memastikan evaluasi yang kontekstual dan berkelanjutan. 

3. Modul Pembelajaran Kurikulum Merdeka Belajar SMP 

Modul Pembelajaran dalam Kerangka Kurikulum Merdeka Belajar SMP merupakan alat bantu pengajaran berupa dokumen yang digunakan oleh guru untuk melaksanakan pembelajaran dengan tujuan mencapai Profil Pelajar Pancasila dan Capaian Pembelajaran. 

 Modul ini mencakup tujuan pembelajaran, langkah-langkah, media pembelajaran, serta asesmen yang diperlukan dalam satu materi pembelajaran. 

Agar memudahkan Bapak/Ibu guru dalam menyusun Modul Pembelajaran Kurikulum Merdeka Belajar SMP, pemerintah telah menyediakan contoh-contoh modul yang dapat dijadikan sumber inspirasi dalam pembuatan perangkat ajar. Kumpulan contoh modul ini dapat diakses secara daring dan dapat disesuaikan dengan konteks, karakteristik, dan kebutuhan siswa. 

Selain menggunakan modul pembelajaran yang telah disediakan pemerintah, Bapak/Ibu guru juga memiliki opsi untuk membuat dan mengembangkan modul secara mandiri. 

Beberapa komponen yang harus ada dalam modul pembelajaran mencakup: 

  • 1. Identitas Modul 
  • 2. Kompetensi Awal 
  • 3. Profil Pelajar Pancasila 
  • 4. Sarana dan Prasarana 
  • 5. Target Peserta Didik 

Perlu ditekankan bahwa guru yang menggunakan modul pembelajaran, baik yang diberikan oleh pemerintah maupun yang dikembangkan secara mandiri, tidak perlu lagi membuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) secara terpisah. Dalam Konteks Kurikulum Merdeka Belajar, modul pembelajaran dianggap sebagai RPP. 

4. Capaian Pembelajaran Kurikulum Merdeka Belajar SMP 

Capaian Pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka Belajar SMP berbeda untuk setiap mata pelajaran. Capaian Pembelajaran ini juga disesuaikan dengan fase perkembangan siswa, mulai dari fase fondasi di PAUD hingga fase menengah atas (SMA/SMK). 

Sebagai contoh, dalam mata pelajaran Matematika SMP, Capaian Pembelajaran diorganisasikan dalam lima elemen konten, yaitu bilangan, aljabar, pengukuran, geometri, serta analisis data dan peluang. 

Dalam Capaian Pembelajaran Matematika untuk siswa fase D (SMP) pada elemen bilangan, siswa diharapkan mampu mengoperasikan secara efisien berbagai jenis bilangan, seperti bilangan bulat, bilangan rasional dan irasional, bilangan desimal, bilangan berpangkat bulat, dan akar. 

 Mereka juga diharapkan dapat melakukan pemfaktoran bilangan prima, menggunakan faktor skala, memahami proporsi, serta menguasai konsep laju perubahan.