Mengenal Teks Editorial, Struktur Bahasa, dan Contoh Sederhana

teks editorial adalah


Apa yang ada di benakmu jika disebutkan "teks editorial adalah"?

Belum banyak yang memahami, dalam sebuah portal surat kabar, baik daring atau pun luring, tidak hanya terdapat berita, fakta, atau informasi semata. Ada pula rubrik yang di dalamnya terdapat opini atau pendapat dari sang pimpinan redaksi. Mahkota berita inilah yang disebut teks editorial.


Secara singkat, berikut definisi, struktur bahasa, dan contoh sederhana teks editorial:


Apa itu Teks Editorial?

Teks editorial atau yang biasa dikenal tajuk rencana adalah sebuah kolom dalam koran atau majalah berisi pandangan redaksi terhadap kejadian yang hangat diperbincangkan oleh publik saat surat kabar itu terbit.

(https://id.m.wikipedia.org/wiki/Tajuk_rencana)


Dalam KBBI, tajuk rencana didefinisikan sebagai karangan pokok (mahkota) dalam surat kabar, majalah, dan sebagainya. (https://kbbi.web.id/tajuk)


Haris Sumadiria (2004:82) menyampaikan, teks editorial ialah opini dari redaksi berisi iktikad atau tekad, pendapat, dan sikap resmi dari media pers tentang persoalan potensial, fenomenal, aktual, dan kontroversial dalam masyarakat.


Kaidah Bahasa Teks Editorial

Setelah mengetahui pengertian teks editorial, ada baiknya kita memahami kaidah bahasa teks editorial, di antaranya:

1. Menggunakan Adverbia (kata keterangan)

Seperti yang kita tahu, di antaranya: seringkali, kadang-kadang, acapkali, jarang.

Contoh penerapannya adalah, “Seringkali masyarakat dilanda kebingunan menyikapi berbagai isu yang hadir.”

Penggunaan kata keterangan ini bertujuan untuk menambah keyakinan pembaca akan teks yang dibahas.


2. Terdapat Konjungsi (kata penghubung)

Beberapa contohnya: bahkan, namun, kemudian, dsb.


3. Verba material

Ialah kata berimbuhan, mengacu pada perbuatan fisik, dapat dilihat secara nyata bagi pelaku atau aktor.

Yang termasuk verba material di antaranya: melihat, mengendarai.

Contoh dalam kalimat, “Menteri kesehatan itu melihat langsung keadaan warga.”


4. Verba relasional

Ia memiliki fungsi sebagai penghubung subjek dan pelengkap. Tanpanya, suatu kalimat menjadi tidak lengkap. Di antara contohnya: mengakibatkan, menyebabkan, mempunyai, merupakan, dll.

Sedang contoh dalam kalimat dapat berupa, “Professor bidang pendidikan itu memiliki pandangan menarik.”

#ikatancendikia

Professor bidang pendidikan adalah subjek, sedangkan pandangan menarik adalah pelengkap.


5. Verba mental

Merupakan kata kerja yang mengekspresikan respon atau sikap pada sebuah laku, keberadaan, atau pengalaman. Ia digunakan dalam menerangkan kata persepsi (menyuarakan, mendengar); sikap (gusar, suka); dan kognisi (mengkritisi, berdebat).

Contoh: berargumen, meyakinkan, mengkhawatirkan, merasakan, dll.

Contoh Teks Editorial Sederhana

Semoga contoh teks editorial berikut dapat menambah pemahamanmu, ya.

Idul Adha 1442 H, Gunakan Kembali Daun sebagai Pembungkus Hewan Qurban


Dilansir dari Banyak Manfaat, Saatnya Gunakan Kembali Daun Sebagai Pembungkus Daging Kurban - Mongabay.co.id : Mongabay.co.id dengan perubahan


Sebagaimana lazimnya Hari Raya Idul Adha, tentu kita dapati pemotongan hewan. Lazimnya pula, telah dibentuk organisasi panitia, mulai dari penyembelihan, pengemasan, hingga pendistribusian.


Tentu, semua kegiatan ini adalah hal yang amat positif dan bernilai ibadah ketika dilakukan. Namun, ada suatu masalah yang cukup penting untuk diperhatikan, yaitu penggunaan plastik pada saat pengemasan dan pendistribusian. Padahal, benda tersebut kurang ramah dengan lingkungan.


Tak luput, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menyampaikan untuk tidak menggunakan kantong plastik daur ulang sebagai wadah langsung berbagai jenis bahan baku pangan semisal daging, ikan, dan lainnya, serta berbagai jenis makanan siap saji.”


Lantas bagaimana solusinya?

Masyarakat dapat mengganti kantong plastik untuk membungkus daging kurban, dengan daun jati, daun pisang, besek, dsb.


Dilansir dari doktersehat, jika memakai daun jati, tidak akan ada bahan kimia yang menempel pada makanan sehingga tidak ada kekhawatiran mengalami dampak kesehatan. Bungkus makanan dari daun jati pun lebih ramah lingkungan, jika dibandingkan dengan pembungkus berbahan plastik. Hal ini berarti, menggunakannya tidak akan memicu penumpukan sampah yang merusak lingkungan.


Merayakan idul adha adalah sebuah kebahagiaan dan kehormatan. Namun dalam pelaksanaannya, masyarakat hendaknya lebih bijak dan memperhitungkan masak-masak setiap aspek secara detail dan mendalam. Supaya pelaksanaan Idul Adha mendapat kesempurnaan di sisi Tuhan dan membawa hal baik bagi lingkungan.

====


Demikian penjelasan singkat mengenai apa itu teks editorial, struktur bahasa, serta contoh sederhananya. Berharap, penjelasan ini menambah khazanah pengetahuanmu. 

#ikatancendikia


Baca Juga

LihatTutupKomentar